Patjar merah adalah nama dari seorang tokoh dalam novel pacar merah Indonesia karya matumona yang ditulis menurut kisah pelarian Tan Malaka. Kepada sosok bernama samaran Patjarmerah yang diyakini adalah Tan Malaka itulah kami berutang semangat membangun dunia literasi Indonesia yang setara.
Patjar merah ini hadir untuk pertama kalinya di kota pelajar Yogyakarta.
Ide awalnya sangat sederhana yaitu untuk memanfaatkan sebuah gudang mati di gedong kuning sebab penggagas percaya selain akses baca dan buku harus merata, pengembangan literasi pun bisa dilakukan dimana saja termasuk di gudang mati sekalipun.
Patjar merah dilaksanakan 8 hari mulai tanggal 2 - 10 Maret 2019. Dalam acara ini bukan hanya pasar buku tapi juga ada bincang bincang tokoh yang datang dari seluruh penjuru negeri seperti Joko Pinurbo, Ivan lanin, Irfan Ramli, syahid Muhammad dan masih banyak lagi.
Pasar buku di Patjar merah disebut Patjarliterasi, Sedangkan para pengunjung disebut Patjarboekoe dan penyelenggara disebut patjarkita
Tak terhitung ada berapa jumlah buku dalam acara ini mulai dari novel, buku anak, buku pelajaran, buku sastra, buku indie dan masih banyak lagi.
Antusias dari masyarakat Yogyakarta pun sangat baik, mereka berbondong-bondong datang mulai dari anak sekolah, mahasiswa, dosen, hingga orang yang sudah bekerja.
Konsep tempat pun sangat menarik mulai dari hiasan yang digantung di langit langit yang memuat kata kata dari para tokoh literasi dan juga kata kata tentang motivasi. Tempat diskusi dengan para tokoh pun sangat baik dan nyaman. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pembicaraan untuk memperdalam ilmu. Para Patjarkita pun sangat ramah dalam membantu para Patjarboekoe yang membutuhkan bantuan. Mereka dengan senang hati membantu.
Event seperti ini yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendobrak rendahnya tingkat literasi di negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar